Gubernur Kaltim Diundang Presiden hadiri Rapat Terbatas
SAMARINDA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan melakukan Rapat terbatas (Ratas) untuk mengavaluasi terhadap pelaksanaan proyek strategis nasional dan progres prioritas di Provinsi Kaltim, terkait hal tersebut Presiden mengundang Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak.
Presiden Joko Widodo mengundang saya pada rapat terbatas pada tanggal 9 Maret 2017, untuk melaporkan proyek-proyek strategis nasional di daerah, seperti jalan tol Samarinda -Balikpapan, dan Samarinda- Bontang, kemudian penyelesaian pembangunan BSB, Kawasan Ekonomi Khusus, Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK-MBT) sudah sampai dimana progresnya.
"Kemudian saya akan laporkan pembangunan kawasan industri Buluminung yang merupakan kerjasama pemerindah provinsi dengan Rusia, baik pembangunan pelabuhannya, teckno park dan pembangunan rel kereta api," kata Awang Faroek Ishak, Rabu (8/3).
Selain itu lanjut Awang Faroek akan dilaporkan pembangunan infrastruktur pertanian di Kaltim seperti pembangunan Bendungan Teritip Balikpapan dan Bendungan Talake di PPU dan Paser, Bendungan Marang Kayu di Kukar, kemudian ada usalan baru pembangunan irigasi Lambakan di Paser.
"Semua itu kita lakukan agar supaya infrastruktur pertanian di Kaltim semakin lengkap yang berimplikasi terhadap upaya kita bisa swasemdada beras dapat terwujud, dan diharapkan 2018 sebagian kabupaten/kota sudah bisa terealisasi, seperti di kabupaten Paser dan PPU," katanya.
Dengan dilaporkannya progres proyek-proyek strategis nasional yang ada didaerah, diharapkan semuanya dapat berjalan sesuai terget, seperti BSB Sungai Sering selesai akhir 2017, pembangunan jalan tol selesai akhir 2018, begitu juga dengan pembangunan infrastruktur Kawasan Ekonomi Khusus, Maloy Batuta Trans Kalimantan, seperti pembangunan jalan masuk ke kawasan sepanjang 17 km sudah dibangun, CPO terminal juga sudah dibangun.
"Dan sekang kita usulkan untuk membangun pelabuhan besar multi kargo yang sifatnya multi perpose di KEK-MBT, kemudian pembangunan melengkapi sarana listriknya, dan KEK-MBT menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim, saja tetapi juga masyarakat Indoneisa khususnya," kata Awang Faroek. m4r-poskotakaltimnews.com